Setelah Andra didiagnosa HFA saya tidak langsung memberi tahu suami, karena sebelumnya antara suami dan saya belum sepakat mengenai keadaan Andra. Dan saya masih ingin mencari pendapat dari ahli lain. Saya berpikir untuk membawa Andra menemui seorang dokter anak di kota Bandung. Dokter ini terkenal karena menangani dan mendiagnosa anak berkebutuhan khusus secara tepat. Tapi saya masih mengumpulkan dana untuk pergi kesana. Hingga sepertinya suami saya menyadari dan mengalami sendiri kalau anaknya berkembang berbeda dari anak-anak umumnya. antara lain mungkin dia melihat Andra begitu takut terhadap bunyi petasan dan kembang api seperti saat bulan puasa tahun lalu. Apabila Andra mendengar bunyi-bunyian seperti itu dia langsung berteriak sambil menutupi kupingnya. Kemudian dia akan bersembunyi di kamar tidur setelah sebelumnya menutup pintu dan jendela, sambil guling-gulingan di kasur karena begitu takutnya. Kira-kira setelah Idul Fitri 2015 barulah saya...