Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Perjalanan Panjang Untuk Sebuah Diagnosa bagian II

Hingga suatu saat saya batuk cukup lama dan berobat di puskesmas kelurahan tempat saya tinggal. Ketika saya sedang diperiksa dokter, anak saya ikut masuk ke ruang periksa dan mulai “memeriksa” alat-alat kedokteran yang ada di ruangan. Tidak cukup dengan aksinya itu, Andra mulai menarik-narik tirai yang ada di ruang periksa. Dilalah tirai tersebut beserta relnya jatuh menimpa saya dan bu dokter. Untungnya bu dokter gak marah. Dia malah mengatakan kalau kemungkinan anak saya ADHD* dan menyarankan saya untuk memeriksakan Andra lebih lanjut menggunakan BPJS. “Emang bisa dok?” Kata saya. “Bisaaa” kata bu dokter sambil segera menulis surat rujukan untuk Andra ke Dokter Anak di  Fasilitas Kesehatan tingkat II* yang saya pilih. Bu dokter yang baik ini juga mengatakan “Bu kalau punya anak seperti ini memang repot bolak-balik terapi tapi jalani saja, anak saya juga ADHD”. Dari situ saya ke petugas BPJS yang ada di setiap puskesmas tersebut untuk dibuatkan f...

Perjalanan Panjang Untuk Sebuah Diagnosa bagian 1

Dari anak saya belum genap dua tahun, saya mulai menyadari kalau anak saya Andra berkembang sedikit berbeda dari anak-anak seumurannya. Dia belum berbicara menggunakan bahasa ibunya, yang keluar dari mulutnya seperti bahasa dari planet lain. Kalau dipanggil cuek saja. Dan dia sering berlari bolak-balik, tangannya flappling, dan keluar ocehan-ocehan yang tidak saya pahami seolah-olah dia bermain dengan bayangannya sendiri hingga waktu lama. Tapi Andra bisa berinteraksi dengan baik dan mempunyai ingatan yang sangat tajam. Lalu saya konsultasikan anak saya ke seorang Psikolog Anak yang masih kerabat saya. Psikolog tersebut mendiagnosa anak saya PDDNOS* dan tidak membutuhkan terapi lebih lanjut. Menurutnya yang dibutuhkan Andra adalah disiplin waktu dan rutinitas yang pasti. Saya coba terapkan, walaupun saya bukan tipe orang yang disiplin heheheh Ketika Andra berumur 3 tahun, kami orang tuanya memutuskan untuk memasukan andra ke Kelompok Bermain yang ada di seb...

TERAPI GRATIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN BPJS

TERAPI GRATIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN BPJS Anak Berkebutuhan Khusus atau yang disingkat ABK membutuhkan beberapa terapi yang berguna untuk mengembangkan kemampuan fisik dan sosialnya agar bisa tumbuh seperti anak kebanyakan. Bagi orang tua yang memiliki ABK tentu mengetahui kalau biaya yang diperlukan untuk terapi tidaklah sedikit. Untuk terapi baku seperti Terapi Wicara, Sensory Integrasi dan Okupasi, membutuhkan biaya antara Rp85.000 hingga Rp350.000 tergantung tempat terapinya, bisa di klinik tumbuh kembang anak, rumah sakit swasta ataupun rumah sakit negeri. Terapi tersebut tidaklah cukup satu atau dua kali saja. Minimal si ABK membutuhkan satu paket terapi (biasanya 10 kali) hingga tahunan. Dan bagi banyak orang tua tentu biaya terapi tersebut cukup memberatkan. Apalagi (dari penelusuran saya di internet) perusahaan asuransi swasta umumnya tidak menanggung Anak Berkebutuhan Khusus yang didiagnosa Austisme atau Down Syndrome karena dianggap buk...